Penulis: Hendry Nofry Pasalbessy.
Menggerakkan pelayanan Gereja yang benar-benar injili membutuhkan perspektif tertentu semisal:
1. adaptif terhadap tiap dinamika situasi;
2. punya pandangan bersifat orientatif pada penetapan arah, sekaligus;
3. ajeg (konsisten) pada tatanan visioner institusial (catur panggilan gereja) yakni Koinonia, Marturia, Diakonia dan Ekonomia.
Perspektif sebagaimana disampaikan, selanjutnya perlu ditempatkan pada suatu kerangka hubungan yang bersifat kombinatif berupa kekuatan pribadi umat yang berkait dan bergantung etar dan utuh pada Tuhan dan Firman-Nya. Karena itu, secara personal beta dapat memahami dan mengapresiasi pentingnya mendesain ibadah-ibadah suatu persekutuan gereja termasuk ibadah-ibadah Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku AMGPM dengan patokan tematik tertentu, serta alasan seluruh komponen persekutuan gereja dan AMGPM perlu mendukung implementasinya secara obsesif.
Ibadah perdana Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku Daerah Pulau Ambon (AMGPM DAPUA) tahun pelayanan 2019 (Selasa, 12/03), oleh Pengurus Daerah Bidang III (Pdt. Dr. S. B. Warella, S.Th, M.Th dan Richard Lodar, SE), memilih tema: "POTENSI AMGPM DAPUA YANG MENCARI TUHAN". Sementara itu, teknis penyelenggaraan ibadah diatur oleh AMGPM Cabang SINAR.
Apa ulasan yang sekiranya memberi sumbangan memperkaya khasanah pemahaman ber-AMGPM seluruh kader di Daerah Pulau Ambon dari balik tema ini?!
Menurut penulis, narasi "Potensi AMGPM Yang Mencari Tuhan" dapat dimaknai sebagai suatu frasa introspektif yang dirumuskan untuk menggugat fakta praktek peribadatan pemuda DAPUA selama ini, sekaligus, hendak memboboti praktek-praktek ber-AMGPM DAPUA dengan merefleksikan ketergantungan penuh pada anggapan dan keyakinan tentang siapakah "Sosok" yang sedang DAPUA teladani dan wartakan. Artinya, AMGPM DAPUA sedang berupaya mendisiplinkan komitmen rohani pribadi kader dan persekutuan melalui cara mengembangkan kedekatan dengan Allah, dimana melaluinya ada efek peng-erat-an, hubungan sosial dengan sesama kader DAPUA.
Melalui penggalian hakikat "...Mencari Tuhan", segenap anggota keluarga besar AMGPM DAPUA dituntun kembali ke waktu yang lebih muda untuk menyadari bahwa semenjak awal kemunculan kekristenan dan Gereja, umat Kristen telah menandai eksistensinya melalui berkumpul bersama dan berdoa. Artinya apa? Bahwa melalui keadaan ini sejarah gereja menunjuk pada hakikat "Mencari Tuhan".
"Mencari Tuhan" selanjutnya divisualisasi melalui praktek-praktek ritual-religius yang bermetode, seperti:
*. Renungan monolog;
*. Penelaahan Alkitab;
*. Rekreasi;
*. Refleksi Partisipatif;
*. Praktek ibadah sosial, hingga;
*. Metode Meditasi, dan lain-lain.
Dalam pandangan penulis, pilihan menggunakan metode apapun, praktek Ibadah dalam hakikat "Mencari Tuhan", selalu menempatkan elemen-elemen mediatif "Persekutuan", "Pujian", "Firman", dan "Doa" sebagai media yang bermotif primer, terutama untuk AMGPM DAPUA, penulis cenderung pada pentingnya penguatan aspek "Persekutuan", "Firman", dan "Doa".
Cara terbaik menjumpai Allah dalam Napak tilas kehidupan rohani seluruh keluarga besar AMGPM DAPUA, adalah dengan melibatkan diri dalam persekutuan AMGPM DAPUA, bergaul intim dengan Firman dan Alkitab serta membangun relasi yang kokoh melalui doa. Disini, kebaktian atau Ibadah AMGPM menandai kombinasi ketiganya.
Akhirnya, penulis ingin mengutip:
"Apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu" (Yeremia 29:12).
Mari, kita menjadi Anggota Tubuh Kristus yang hebat. Hebat bersekutu, hebat beribadah, hebat membaca Firman Tuhan, hebat berdoa.
HEBAT MENCARI TUHAN, hingga kita semakin bertumbuh secara rohani untuk berbuah bagi kemuliaan Tuhan.
SELAMAT IBADAH PERDANA AMGPM DAPUA (Selasa, 12 Maret 2019, pukul 18:00 WIT) di Gedung Gereja Sinar - AMGPM Cabang Sinar. In Majorem Gloriam Dei-Semua untuk kemuliaan Tuhan. Syalom!