Penulis: Hendry Nofry Pasalbessy.
Hari ini, (16 Nopember 2019), di gedung Gereja Imanuel OSM sedianya akan berlangsung ibadah syukur Ulang Tahun AMGPM Cabang Imanuel OSM yang ke-34. Momentum yang mendasari tulisan ini.
Dibuatnya tulisan ini adalah edisi penebusan dari tidak dapatnya Penulis menghadiri dan memberikan sambutan dalam status sebagai Ketua Pengurus AMGPM Daerah Pulau Ambon. Meski demikian, Penulis sekeluarga turut larut dalam suasana sukacita syukuran Hari Ulang Tahun yang undangannya diterima dalam wujud paket sekuntum bunga Mawar merah.
Tiap organisasi tak terkecuali AMGPM Cabang Imanuel OSM, tunduk pada hukum alam perkembangan yang menentukan apakah organisasi akan maju ke depan, mengalami stagnasi atau sebaliknya merangkak mundur menuju collapse. Hukum alam organisasi ini bila dimaknai sebagai proses perubahan, berjumpa dengan konsep daur hidup atau "life cycle" yang menjelaskan bahwa semua organisasi berlangsung dalam siklus hidup, dimulai dari proses kelahiran pertumbuhan, berkembang, kejayaan, dan akan terus eksis bila sanggup mempertahankan survifalitas eksistensinya. Sebaliknya bila gagal bertahan maka siklus hidup akan memerosokkan organisasi pada vase kemunduran dan akhirnya mengalami kematian.
Dalam kaitan ketahanan eksisnya menghadapi hukum daur hidup, ada tiga indikator yang bisa dibaca dari AMGPM Cabang Imanuel OSM yang hari ini bersukacita.
Kesatu; perkembangan jasmani organisasi.
Kedua; perkembangan rohani.
Ketiga; distribusi output kader ke kancah eksternal.
Expository terhadap indikator perkembangan Cabang Imanuel secara jasmaniah, dapatlah dirujuk kepada vase usia kronologis yakni ritual repetitif atas tanggal, hari, serta bulan dari peristiwa historis tahun 1985, yang melaluinya hari ini Cabang Imanuel berusia 34 tahun. Capaian tahun demi tahun inilah pertanda sambolik jalan menuju "kedewasaan". Penulis yakin usia 34 tahun belum merupakan kedewasaan puncak apalagi kedewasaan akhir sebab dalam pengalaman pelayanan Penulis, Cabang Imanuel OSM merupakan salah satu Cabang AMGPM di Daerah Pulau Ambon yang bertabur energi bertahan hidup serta selalu mampu mengambil momentum secara tepat dalam tangannya. Dari ukuran umur kronologis atau jumlah tahun hidup ini, Cabang Imanuel OSM makin mendewasa.
Indikator perkembangan kedua yang dapat digunakan mengkonstruksi penilaian atas AMGPM Cabang Imanuel, bersifat spirit serta motivasi berkembang yang diwujudkan dalam beberapa bentuk, mulai yang imanensial, transendental, hingga pada mobilitas yang berkarakter praktis taktikal.
Jadi, bila perkembangan jasmani Cabang Imanuel OSM diukur berdasarkan umur kronologis dan menandai tahap pendewasaan "kedewasaan", perkembangan rohaninya diukur berdasarkan tingkat kemampuan (Abilitas) meresponi seluruh dinamika dengan berpijak pada dan mendayakan visi, aksi serta refleksi. Pada point inilah kita menelisik tentang "kematangan" Cabang sebagai suatu kristalisasi sub-sub sistem yang dimiliki dan diorganisasikannya.
Indikator ketiga yang ada kaitannya baik langsung maupun tidak langsung dengan dua indikator sebelumnya yaitu distribusi output kader ke multi kancah.
Cabang Imanuel telah mengorbit banyak kader besar dan luar biasa yang terbukti efektif menjadi penentu pada suatu sistem atau tatanan sosial organisasi yang dimasukinya. Banyak yang bisa disebutkan oleh keluarga besar Cabang ini dengan lantang dan menegakkan kepala tapi kiranya cukup representatif menyebutkan dua nama yang saat ini terlihat di etalase eksistensi AMGPM yaitu Pdt. Max Takaria, S.Th., dan Melky Sairdekut, S.Hut. Yang disebut pertama adalah Ketua Umum Pengurus Besar AMGPM saat ini sementara yang disebut kedua adalah Wakil Ketua DPRD Provinisi Maluku saat ini, serta beberapa waktu belakangan mulai diwacanakan sebagai Calon penerus karier Pdt. Max Takaria (bakal kandidat Ketua Umum PB AMGPM periode 2020-2025).
Point penting dari indikator ketiga adalah aspek "prestasi".
Jadi dalam siklus atau daur hidupnya, AMGPM Cabang Imanuel OSM telah mencapai tiga indikator secara sangat mengagumkan. Menjadi semakin "dewasa"; memiliki kemampuan (ability atau capability) dan menjadikannya "matang"; serta, terbit sebagai Cabang AMGPM yang tak terbantahkan punya "prestasi" (Achievement).
Bila seluruh capaian dari indikator yang Penulis kemukakan di pertahankan secara konsisten, Cabang Imanuel OSM tidak akan pernah kesulitan merambah menanjak lebih tinggi lagi. Hukum psikologi organisasi memungkinkan Cabang Imanuel OSM dan Ranting-rantingnya menjadi lebih kokoh akan mempengaruhi secara positif sebanyak mungkin pemuda gereja di Jemaat GPM Imanuel OSM yang ingin terlibat.
SELAMAT ULANG TAHUN AMGPM CABANG IMANUEL OSM.