Wednesday, May 29, 2019

TAKLUKKANLAH KERAGUAN DAN MULAILAH MELANGKAH

Penulis: Hendry Nofry Pasalbessy

Ketika bertelepon dengan Ketua I Pengurus AMGPM Daerah Pulau Ambon beberapa hari lalu terungkap salah satu alasan rencana pelaksanaan Coaching Clinic Tim Training of Trainer's, (C2T2oT) karena beberapa diantara anggota Tim merasa belum siap dan atau sebelum ini belum pernah perform mengajar materi Pendidikan Kader.

Penulis jadi teringat saat masih aktif sebagai pekerja media lokal beberapa tahun lalu, tepatnya menjadi Redaktur Pelaksana (Redpel) salah satu surat kabar harian lokal di Kota Ambon. Ketika itu Penulis menyaksikan ekspresi keraguan yang diliputi rasa frustrasi salah seorang wartawan muda yang oleh Penulis ditugasi menulis contoh berita infestigasi. Padahal saat itu dia adalah Sekretaris AMGPM salah satu ranting di Cabang Kyrie Eleison II (Halong-Latta). Dengan sedikit malu-malu, wartawan muda tersebut mengungkapkan ketidakyakinan dirinya untuk membuat suatu berita yang layak publis. Bahkan untuk mulai kalimat pertama dalam pembuatan beritanya saja terasa sebagai penyiksaan.

Ternyata, setelah semuanya berlalu, wartawan muda --yang kerap menyapa Penulis dengan kata "Teacher"-- tersebut terbukti survife menjadi kontributor berita salah satu Surat Kabar Nasional serta bekerja lepas pada beberapa Koran lokal karena peliputan dan narasi-narasi beritanya kerap menempati posisi headline (halaman pertama).
Untuk sekedar informasi, posisi headline berita adalah indikator kualitas suatu berita dan indikator kualitas penulis berita.

Wartawan muda itu, kini justru memantik inspirasi bagi Penulis hingga punya alasan membuat tulisan ini. Bahwa, "Setiap dari antara kita awalnya hanya potret pribadi yang rata-rata, biasa dan sederhana, hingga menemukan jalan menjadi pribadi dengan nilai diri yang besar ketika memutuskan memulai suatu langkah pertama, dimana selepas langkah itu, kita akan menyadari ternyata telah mampu melompati sekat tembok keraguan dan ketidakyakinan."

Beberapa bulan lalu, penulis muda itu menelepon dan minta support moral disertai doa untuk maju dalam kontestasi DPD-RI Dapil Maluku. Sekalipun belum berhasil menempati posisi terbaik, dia (wartawan muda itu) melompat tinggi dan menjadi trendsetter melalui personal inspiring yang tinggi sebagai kader asal AMGPM Dapua.

Apa makna nukilan inspiratif ini untuk teman-teman Tim ToT AMGPM Dapua?
Kalau untuk Wartawan muda itu Penulis hanya menyuntikkan kalimat, "Ale hanya perlu memulai menulis", maka bagi beberapa teman di Tim ToT, Penulis ingin menyampaikan, "Mulai saja, jangan fokus pada keraguan atau ketidakyakinan. Mulailah dengan yang kecil serta mencicil peningkatkannya secara berangsur-angsur."
Mulailah mengintensifkan pertemuan kelompok konseren dan salinglah memberi kontribusi diskusi dan pembahasan dibawah arahan koordinator masing-masing sub Tim.

Salinglah mengajar secara bergilir diantara sesama dalam kelompok, maka sejumlah hal akan tumbuh pesat di sana semisal:
1. Mental mengajar akan ditemukan;
2. Konten materi dan referensi akan komplit dan baik;
3. Teknik dan metode mengajar akan didapatkan, dan;
4. Potensi kepemimpinan pasti akan terasah dalam momen-momen simulasi Tim.

Sorang yang belum pernah performing mengajar (bukan berarti didak bisa) perlu mencoba metode brainstorming dan simulasi kelas dalam Tim, dan ketika tumbuh percakapan imajiner di hati berupa perasaan, "sepertinya beta mulai bisa", maka itulah monentum besar untuk segeralah mencoba mulai melakukannya. Mulai saja dengan hal-hal yang dianggap perlu.

Penulis ingin mengutip kalimat motivasional seorang religiokrat Katolik yang terkenal, St. Fransiskus dari Assisi. berkata, "Mulailah mengerjakan apa yang perlu, kemudian lakukan apa yang bisa dikerjakan, dan tiba-tiba saja anda akan mampu mengerjakan apa yang tidak mungkin anda kerjakan."

Penulis sungguh yakin bahwa kesuksesan yang dicapai semua motivator dan pendidik-pendidik besar, awalnya juga dimulai dari situasi dan posisi seperti beberapa diantara teman-teman Tim. Penulis sendiri pun pernah mengalaminya secara sangat traumatik.

Dan, sebagai penutup tulisan ini, kecaplah makna kata-kata Napoleon Hill, seorang penulis beraliran pemikiran baru sekaligus pencetus aliran sastra kesuksesan pribadi modern pertama yang juga penasehat presiden Franklin D. Roosevelt. Hill, mengemukakan, "apapun yang dapat dipikir dan diyakini oleh benak manusia, dapat dicapai juga olehnya"

Taklukanlah keraguan dan ketidakyakinan teman-teman dan mulailah melangkah sebab sesungguhnya teman-teman bisa!
SEMOGA!

No comments:

Post a Comment