Friday, August 9, 2019

MENGENAL SEPINTAS ANALISIS SWOT

Penulis: Hendry Nofry Pasalbeasy

Para perencana program atau proyek di perusahan-perusahan, kantor-kantor pemerintah bahkan organisasi dan NGO/LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) termasuk mahasiswa di kampus pasti mengenal apa itu SWOT.

SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu mekanisme sistem perancangan program dengan proyeksi tujuan tertentu. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).

Pertama sekali, teknik SWOT ini dirancang dan diperkenalkan oleh Albert Humphrey. Seorang berbakat di bidang bisnis.
Berkat kombinasi apik antara bakat, kecerdasan karakter serta pengetahuan yang diperolehnya setelah menempuh pendidikan pada University of Illinois untuk S1 dan mendapatkan gelar M.I.T dan MBA di Harvard University, pria kelahiran tahun 1926 ini mampu menjadi  seorang pengusaha (businessman) brilian dan sukses. Ia berhasil merancang dan memperkenalkan metode analisa SWOT ketika memimpin proyek riset pada Universitas Stanford antara tahun 1960-an dan tahun 1970-an.

Analisis SWOT yang disusun itu sendiri merupakan model mutakhir yang dibuat Albert Humphrey dengan mengadaptasikan secara baru atau tepatnya mengubah metode SOFT.

BAGIAN-BAGIAN DALAM ANALISIS SWOT.

Seperti telah dikemukakan diatas,  SWOT adalah akronim yakni dengan mengambil tiap huruf pertama dari empat kata kunci yakni; strengths, weaknesses, opportunities, dan threats.

1. Strengths.
Strength mengulas tentang karakteristik suatu potensi yang dimiliki yang memungkinkannya menjadi kekuatan keuntungan atau kesuksesan. Didalam suatu organisasi, strength bisa nampak dalam kondisi internal seperti struktur adaptif, personil yang solid, finansial yang memadai blue print kebijakan yang jelas, dan lain-lain. Kekuatan-kekuatan inilah yang menjadi alasan sekaligus jawaban pertanyaan; Apakah kira-kira kelebihan yang dimiliki organisasi Anda sehingga layak masuk radar percakapan, nominasi dan rekomendasi pilihan berorganisasi seseorang? Kenapa seseorang mau bersusah-susah dan membuang-buang waktunya yang berharga menjadi staf eksekutif pada organisasi Anda? Apa yang bisa orang lain rasakan ketika ketika berinteraksi dalam lingkungan dan kultur organisasi Anda? Dan pertanyaan lainnya.

2. Weaknesses
Weaknesses adalah kebalikan dari strengths. Bagian ini mengulas tentang karakteristik suatu gejala melemahkan kapasitas yang terdapat dalam organisasi. Persamaan weaknesses dan strengths adalah keduanya memetakan aspek internal organisasi.
Beberapa jenis pertanyaan yang bisa dijadikan acuan dalam mengetahui kelemahan, misalnya; Apa yang menyebabkan minat partisipan organisasi mengalami jalan pada anak tangga menurun? Apakah intensitas kegiatan berjalan secara baik dalam kaitan dengan partisipasi anggota maupun pengurus? Bagaimana cara meningkatkan kinerja Pengurus dan haruskan diberikan reward bagi anggota yang rajin berpartisipasi? Mengapa ada sebagian pemuda yang tidak tertarik untuk terlibat dalam organisasi? Dan lain-lain.

3. Opportunity
Opportunity tidak lain dari kesempatan atau peluang yang bisa didapatkan di dalam mengelola suatu organisasi sehubungan dengan kondisi di luar atau eksternal. Tentang bagaimana cara mengembangkan analisisnya, bisa  menggunakan contoh pertanyaan antara lain:
Kondisi lingkungan bagaimana yang sekiranya punya dampak positif mendukung eksistensi program ataupun kebijakan yang dilaksanakan oleh organisasi? Adakah kesesuaian  antara kebutuhan akan permintaan sumber daya manusia oleh suatu lingkungan luar yang ketersediaannya memungkinkan secara layak untuk didistribusi oleh organisasi? Peluang apa yang bisa dimasuki oleh organisasi agar memperkuat positioningnya? Bagaimana mendapatkan resource tertentu untuk mempertahankan kelangsungan organisasi? Dan lain-lain.

4. Threat
Threat tidak lain ancaman yang sangat mungkin muncul di dalam dan sepanjang proses mengelola organisasi yang berpotensi dapat melemahkan bahkan mematikan kelangaungan hidup organisasi. Deteksi ancaman-ancaman di dalam organisasi yang bersumber dari luar, bisa merujuk pada contoh beberapa pertanyaan berikut:
Apa hambatan yang membuat progres organisasi terhalang melaksanakan visi dan misinya? Seberapa seriuskah bahaya yang berpotensi mengancam langgam eksistensi organisasi yang bersumber dari luar? Apakah dinamika lingkungan luar organisasi seperti kemajuan teknologi dan pergeseran nilai-nilai sosial budaya menjadi ancaman tersendiri bagi masa depan organisasi? Dan lain-lain.


KOMBINASI FOKUS DUA POINT ANALISIS:

Menerapkan cara kerja Analisis SWOT akan semakin mendekatkan analis atau tim analis pada upaya mengobjektifikasi kondisi organisasi dan penemuan jalan keluar bila penggunaannya tidak hanya melalui penggalian indikator-indikator dari ke empat Variabel analisis "S-W-O-T", melainkan memadukannya pada suatu fokus kombinasi dimana dua variabel digabung dan dijadikan pisau analisis. Dari sini, point-point SWOT akan menentukan langkah strategis menjawab kebutuhan organisasi atau analis. Kombinasi yang dimaksudkan tersebut antara lain:

KESATU; Kombinasi kekuatan-peluang (S-O) membantu analis menemukan alternatif-alternatif rujukan ofensif melalui indikator-indikator kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal.

KEDUA; Kombinasi Kelemahan-ancaman (W-T) membantu analis memperoleh alternatif defensif melalui cara memanfaatkan kelemahan internal untuk mengurangi ancaman eksternal.

KETIGA; Kombinasi Kekuatan-ancaman (S-T) mengandung manfaat menggunakan kekuatan internal untuk mengurangi ancaman eksternal.

KEEMPAT; Kombinasi Kelemahan-peluang (W-O) dilakukan usaha mencari penopang bagi kelemahan internal untuk mengambil keuntungan dari kesempatan eksternal yang tersedia.


Setelah membaca uraian singkat tentang SWOT dan beberapa contoh bagaimana dipakai sebagai alat analisis terutama dalam organisasi, kiranya apa yang disampaikan memiliki manfaat bagi pembaca sekalian.

No comments:

Post a Comment