Monday, January 27, 2020

"GETIR MENGGETAR"

Kau, yang "Bonus Kasih yang dari Tuhan", mengapa seakan hadirmu kini menebar duri? Menikam dalam dan membawa perih? Mengoyak hancur yang sedang tersusun!

Bukankan senyatanya dari senyummu memancar bahagia bertabur kemilau sempurna, mengapa denyut-denyut seringainya seakan tak menyentuh kami kini?

Kau cinta dan kerinduan bagi-nya!
Bahkan kaulah kepantasan-nya! menyebut diri rahim yang diberkati!.
Namun bila denganmu hari-hari-nya! menggenggam gempita, akulah yang terpuruk dihadang sendu dan kehilangan jalan.

Aku, hampa kini!
Memupuskan "ada" dalam ketiadaan ‌pengabdian yang kian terus meluruh, seakan dikutuk oleh ketegaran yang menari-nari menuding dalam jasa dan pengorbanan.

Hempaskanlah saja "ada" yang tentangku, agar Dia! Melangkah penuh keyakinan pada hari-hari yang terus berlanjut. 
Dan aku bisa tenang tertunduk mendalam dalam pasrah bahagia.

Kau,...
Kau memang tidak bersalah, sedikitpun tidak!
Sebab memandangmu saja aku insaf tentang "Bonus Kasih yang dari Tuhan."
---------------------------------
Pasalbessy Hendry N.
Ambon, Selasa, 21 Januari 2020.

No comments:

Post a Comment